Jumat, 11 Juni 2010

Di Banjarmasin ( Kalimantan Selatan ) : Dua Rudy Kalah Dengan Golput

Dua Rudy Kalah Dengan Golput
Jumat, 11 Juni 2010 | 21:59 WITA/b.post

wordpress.com/herry murdy/montase:didik
Dua Rudy kalah dengan golput

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski unggul dari keempat kandidat lainnya dan bakal ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kalsel, pasangan Cagub dan Cawagub Kalsel Rudy Ariffin-Rudy Resnawan (Dua Rudy) tetap kalah jika dibandingkan dengan golput yang mencapai 873.224 suara.

"Jumlah golput pada Pemilukada Kalsel 2010 lebih besar dibanding dengan Pilkada 2005 lalu yang hanya sekitar 67 ribu orang," ujar Anggota KPU Kalsel, Hairansyah, Jumat (11/6/2010).

Menurut Ketua KPU Kalsel, Mirhan AM golput dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Bahkan katanya, di Amerika Serikat pun angka golput mencapai 40 persen.

"Soal apa yang menjadi penyebab tingginya golput di Kalsel perlu dilakukan kajian terlebih dahulu," ujarnya.

Terpisah, Ketua Panwas Pemilukada Kalsel, Sulkan mengatakan, tingginya angka golput tidak bisa disimpulkan KPU Kalsel gagal dalam melakukan sosialisasi. Justru katanya, pemilih golput adalah pemilih yang cerdas.

"Kenapa demikian karena orang yang memilih golput adalah orang yang mengetahui bahwa dari calon-calon yang ada, tidak bisa meyakinkan mereka untuk memilih," ujarnya.

(ais)

Perolehan Suara Pilgub Kalsel:
1. Khawal, suara 55.742 (3,36%)
2. Safa, suara 215.719 (12,99%)
3. Dua Rudy, suara 777.554 (46,18%)
4. Rossa, suara 235.934 (14,20%)
5. ZA, suara 376.274 (22,65%)

Ket :- Jumlah suara sah 1.661.223
- Surat suara tidak sah 88.849
- Jumlah DPT Kalsel 2.623.296 orang


(Sumber KPU Kalsel)

Kamis, 10 Juni 2010

Specially designed to ensure maximum comfort when stapling a schadenfreude

Specially designed to ensure maximum comfort when stapling a schadenfreude

Jumat, 31 Juli 2009

Serangan Israel ke Gaza Merupakan Kewajiban

Kementerian Luar Negeri Israel merilis laporan pembelaan atas serangan tiga pekan Israel ke Gaza awal tahun ini. Dalam laporan itu dinyatakan, operasi militer ke Gaza merupakan kewajiban.

Laporan setebal 163 halaman yang dirilis Kamis kemarin, dan dikutip surat kabar Israel Haaretz itu menyebutkan, Israel memiliki "dua hak, yaitu melakukan aksi militer ke Gaza dan memblokade pebatasan" sebagai reaksi atas serangan roket Hamas.

Laporan bertajuk 'The Operation in Gaza -Factual and Legal Aspects,' itu Israel juga mengakui untuk pertama kalinya menggunakan amunisi bom fosfor putih selama serangan itu.

Namun Tel Aviv membantah jika terkandung bahan kimia mematikan dalam fosfor putih yang mereka gunakan. Bantahan itu bertentangan dengan temuan para ahli, termasuk kalangan medis dan organisasi hak asasi manusia internasional yang jelas-jelas terdapat tanda bekas bahan kimia dalam bom fosfor putih itu.

Masih dinyatakan dalam laporan itu, Israel melakukan penyelidikan terhadap 100 laporan pelanggaran perang, termasuk 13 penyelidikan kejahatan yang sudah diajukan PBB dan kelompok hak asasi manusia.

Seperti diberitakan Press TV, Jumat (31/7/2009), laporan itu rencananya akan dirilis PBB dalam waktu dekat.

Serangan Israel itu menewaskan lebih dari 1.400 orang dan melukai 5.450 orang lainnya. Sebagian besar korban adalah rakyat sipil.[islammuhammadi/mt/press/oke]

Kamis, 16 Juli 2009

UNIFIL Bongkar Pos Spionase Israel di Libanon


Tentara Libanon meminta UNIFIL untuk membongkar sebuah pos spionase Israel di dekat perbatasan wilayah yang diduduki, juru bicara tentara mengatakan.
IDF




Pos spy yang didirikan oleh tentara Israel di dekat Karf Shuba, sebuah desa di luar garis batas desa Ghajar.

Wakil juru bicara UNIFIL (United Nations Interim Forces di Libanon Selatan) Andrea Tenenti mengatakan bahwa di daerah dimana pos itu didirikan "tidak di bawah mandat kami," AFP melaporkan pada hari Selasa. "Tapi kami berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan kedua belah pihak , "tambahnya.

Laporan tidak mengatakan kapan pos spionase itu didirikan.

PBB telah membagi perbatasan antara kedua negara setelah pasukan Israel terpaksa menarik diri dari Libanon selatan pada tahun 2000, mengakhir 22 tahun penjajahan.

Wakil PBB ke Libanon Michael Williams mengatakan pekan lalu bahwa ia berharap untuk melihat penarikan Israel sepenuhnya dari bagian utara Ghajar, terutama yang dihuni oleh orang Suriah Alawites.

Pasukan UNIFIL telah diturunkan di Libanon selatan pada tahun 2006 di bawah Resolusi Dewan Keamanan 1701, akhirdari 33-hari invasi Israel di Libanon, yang mengakibatkan kematian lebih dari 1.000 warga sipil Libanon. [IslamTimes/R]

Serdadu Israel ngaku genosida Gaza Palestina

Pengakuan: Operasi Cast Lead Israel adalah Genosida
Yerusalem -BREAKING THE SILENCE: Sekitar 30 tentara Israeli bersaksi tentang pengalamannya dalam operasi militer Cast Lead Israel di Gaza: "Anda merasa seperti kanak-kanak melihat semut dengan kaca pembesar, kemudian membakarnya."
Target Sipil Israel


54 saksi yang melawan tentara Israel yang ikut dalam Operasi Cast Lead mengungkapkan kesenjangan laporan yang diberikan oleh tentara sehubungan dengan peristiwa Januari tersebut ; mereka diperintahkan untuk menghancurkan rumah; pembakaran phosphorous kearah penduduk di daerah-daerah dan mendorong untuk membidikan kesasaran manapun.

Setengah tahun setelah Operasi Cast Lead, organisasi "Breaking the Silence" adalah merilis buku buklet baru ini (Wed. 7 / 15) yang mengungkap pengakuan sejumlah saksi prajurit yang ikut dalam operasi. Saksi yang signifikan menampakkan kesenjangan antara pendapat resmi dari militer Israel dan kegiatan di lapangan.

Di antara 54 pengakuan yang menyatakan telah "mengakui praktik," pemusnahan ratusan rumah, masjid dan sasaran non militer, bahkan menembakkan gas phosphorous ke arah penduduk setempat, membunuh korban tidak berdosa dengan senjata ringan, maka kerusakan harta benda pribadi, dan lebih dari semua, adanya perintah struktur untuk menyiksa prajurit yang sudah tidak berdaya dengan bertindak tanpa moral. Buku kecil ini juga berisikan pengakuan sekitar 30 saksi dari tentara cadangan reguler dari berbagai unit. Saksi menunjukkan bahwa tentara itu tidak diberikan arahan yang jelas tentang tujuan operasi itu dan, sebagaimana salah satu prajurit mengakui, "tidak ada yang mengungkapkan persoalan warga sipil yang tidak bersalah."

Banyak prajurit mengatakan bahwa mereka berjuang tanpa melihat "musuh didepan mata mereka." "Anda merasa seperti anak kecil yang melihat semut dengan kaca pembesar, dan membakar mereka," salah satu prajurit bersaksi bahwa "anak berumur 20 tahun seharusnya tidak melakukan hal-hal semacam ini pada orang lain."

"Kesaksian membuktikan bahwa cara perang itu dilakukan karena sistem setempat dan bukan dari individu prajurit," kata Mikhael Mankin dari "Breaking the Silence."
Diantara kesaksian dari mereka yang ikut dalam operasi:
"Lebih baik menembak orang tak berdosa ketimbang ragu bahwa sasaran adalah musuh," kata seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya merujuk pernyataan atasannya yang selalu mengingatkan hal itu kepada bawahannya.

"Jika Kalian tidak yakin, bunuhlah. Menembak adalah aktivitas kita. Kita masuk ke sini (Gaza) dan membom merupakan kegemaran kita," kata seorang tentara lain yang menirukan pernyataan komandannya.

Dalam laporan setebal 112 halaman, Breaking the Silence juga menyebutkan sebuah tragedi pembantaian yang disebutnya sebagai "cara tetangga". Tentara Israel menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup dengan masuk lebih dulu ke sebuah bangunan yang diduga terdapat pejuang Gaza.

Serangan yang berlangsung selama tiga pekan lebih itu menewaskan 1.450 orang. Sebanyak 900 di antaranya merupakan warga sipil. [IslamTimes/R]

Rezim Mahmoud Abbas Tutup Kantor Aljazeera


974p

Otoritas Palestina di Tepi Barat di bawah Mahmoud Abbas sekali menunjukkan sikap tidak terpuji. Pemerintahan buatan Israel ini menutup kantor televisi Aljazeera dengan alasan peliputannya merugikan keamanan dan kepentingan nasional.

Beberapa hari belakangan ini televisi satelit terbesar di Timur Tengah yang bermarkas di Doha Qatar ini melakukan investigasi isu seputar dugaan pembunuhan terhadap Yaser Arafat, Pemimpin Palestina.

Dugaan adanya konspirasi pembunuhan pendiri PLO tersebut dilontarkan oleh salah satu tokoh senior Palestina dan Ketua Biro Politik PLO, Farouk Qaddumi dalam wawancaranya dengan televisi Aljazeera. Salah satu nama yang dikaitkan dengan konspirasi ini adalah Fath Mohammad Dahlan, tokoh moderat Palestina binaan Amerika dan Israel yang juga salah satu orang terdekat Mahmoud Abbas.

Di Gaza, Perdana Menteri terpilih Palestina, Islamil Haniyah, mengecam Pemerintah Mahmoud Abbas atas penutupan kantor Aljazeera seraya menganggapnya sebagai bukti kekerdilannya di hadapan Israel.

Sementara itu faksi Fatah menyesalkan keputusan Pemerintahan Abbas tersebut dan menganggapnya sebagai sikap yang tidak mewakili Fatah sebagai organisasi.

Selasa, 14 Juli 2009

WE WILL NOT GO DOWN

(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)

Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight!
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down In Gaza tonight

Terjemahan:

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini