Kamis, 26 Maret 2009
Kericuhan antara orang Palestina dan Zionis di Umm al Fahm
Ratusan penduduk Palestina, dipimpin para tokoh Arab dan juga Anggota Parlemen. Mereka (penduduk Palestina) berkumpul di pintu gerbang kota untuk memblokade iring iringan orang Zionis yang berbaris hendak memasuki kota dengan membawa bendera Zionis.
Pagi hari Selasa, lebih dari 2500 anggota pasukan polisi telah dikerahkan disekitar kota Umm al Fahm, mempersiapakan demo, yang mana Pengadilan Tinggi telah mengizinkan anggota sayap-kanan Zionis tersebut. Polisi menggunakan granat dan gas air mata untuk menghadapi penduduk Palestina itu, banyak diantaranya yang mengunakan pakaian sipil dan menagkapi para demostran Palestina.
Walikota Umm al Fahm, Syekh Khalid Hamdan dan konfrensi press hari Senin lalu telah mengatakan bahwa penduduk akan mencegah anggota sayap-kanan Zionis untuk memasuki kota mereka, dan akan menggukan kekuatan bila perlu. "Kami tidak mau kericuhan terjadi, dan tidak juga merencanakan untuk melakukan konfrontasi dengan demonstrator ataupun polisi. Kami dalam posisi untuk mencegah mereka dengan tubuh kami dengan damai dan tenang".
Pada waktu yang sama, undangan mogok umum di Umm al Fahnm telah disebarkan. Pusat perbelanjaan, sekolah dan kantor telah ditutp demi memprotes kedatangan pendukung sayap-kanan Zionis itu. Anggota Knesset Afu Aghbaria (Hadash) juga telah mengundang sayap-kiri Zionis untuk ikut serta mengkaunter demo di kotanya. "Kalau mereka menyerang Umm al Fahm, maka sebenarnya mereka menyerang penduduk Arab-Israel. Maka kami akan mempertahankan kota dan tanah kami".
"Ini bukan sekedar provokasi" kata tokoh Pergerakan Islam, Syaikh Raed Salah. ditambahkan bahwa sebenarnya sayap-kanan Zionis hendak "melegitimasi pengusiran" Arab-Israel dari negaranya. "Kami harus berperang untuk bertahan hidup disini dan kami harus pencegah semua perusahaan Marzel untuk masik ke Umm al Fahm".
Rusia Usulkan Ganti Dolar dalam Sistem Finansial Global
Berdasarkan laporan tersebut, Rusia berkeyakinan bahwa masa pemakaian dolar telah kadaluarsa dan alih-alih menjadi solusi krisis dolar justru merupakan bagian dari masalah. Denisov menegaskan pentingnya digelar konferensi guna membahas masalah ini.
Israel Dikecam Lembaga HAM Dalam Negerinya Soal Palestina
Terkait hal ini, Fred Abrahams, seorang pakar dari lembaga pemantau HAM internasional dalam laporannya menegaskan, dengan menggunakan bom fosfor putih, Israel melakukan pembantaian massal warga Gaza dan menciderai rakyat kawasan tersebut. Serangan rezim Zionis selama 22 hari ke Jalur Gaza setidaknya menewaskan 1.417 orang warga Palestina dan menciderai lebih dari 5.000 orang lainnya.
Sejak dua tahun lalu, Rezim Zionis memblokade Gaza guna menekan Hamas dan aksi itu kian ditingkatkan dengan bantuan pemerintah Mesir.
Malaysia Terus Mendesak PBB dan DK untuk Menindak Israel
Pameran foto ‘Kejahatan Israel di Gaza' itu disponsori oleh Kementerian Luar Negeri Malaysia, dan akan diselenggarakan secara bergilir di seluruh kota di Malaysia. Sebelum pembukaan pameran tersebut, Menteri Luar Negeri Malaysia, Rais Yatim mengatakan bahwa pihaknya juga akan menggelar pameran berikutnya di London, Inggris. Dalam pameran tersebut dipasang lebih dari 100 foto kejahatan Israel di Jalur Gaza termasuk bombardir permukiman warga dan penggunaan bom fosfor oleh Angkatan Udara Israel. Pekan lalu, pameran itu digelar di aula parlemen Malaysia.
Khazaee: Dunia Tidak Akan Lupakan Kejahatan Israel di Gaza
Pejabat tinggi Iran ini menegaskan, serangan militer Zionis ke Gaza beberapa bulan lalu tidak akan dilupakan masyarakat dunia dan setiap hari mereka akan menyaksikan laporan baru mengenai kejahatan Israel tersebut. Mengenai laporan terbaru Dewan HAM PBB soal kesengajaan militer Israel menembaki warga sipil Palestina dan menjadikan anak-anak Palestina sebagai perisai manusia, Khazaee menandaskan, masalah ini hanya secuil dari ribuan rapor brutalitas Israel terhadap bangsa Palestina. Sebab itu Khazaee menuntut aksi tegas dan cepat masyarakat dunia khususnya PBB dan Dewan Keamanan untuk menyerahkan berkas kejahatan Israel itu pada keadilan.
Selasa, 24 Maret 2009
Spiderman Selamatkan Bocah Autis dari Kebakaran
Seorang petugas pemadam kebakaran di Bangkok, Thailand, mengganti seragam dinasnya dengan kostum mirip pahlawan komik Spider-Man, si manusia laba-laba. Bukannya ingin melucu, namun dia bermaksud membujuk seorang anak yang bertengger di ketinggian sebuah gedung sekolah.
Senin lalu, 23 Maret 2009, guru di sekolah khusus untuk anak cacat mental melapor kepada polisi, bahwa seorang murid mereka, anak lelaki berusia delapan tahun yang menderita autisme duduk di balkon lantai tiga dan tidak mau masuk ke dalam ruangan. Bocah itu tidak mau masuk ke ruang kelas karena ketakutan kalau harus mengikuti pelajaran.
Petugas penyelamat dan para guru kehabisan ide untuk membujuk anak itu agar angkat kaki dari balkon sampai orang tua siswa memberi tahu kalau putra mereka sangat menyukai tokoh-tokoh pahlawan dalam komik. Perkataan orang tua itu memicu seorang petugas pemadam kebakaran, Sonchai Yoosabai, untuk berusaha memecahkan masalah.
“Pegawai saya buru-buru kembali ke pangkalan pemadam kebakaran dan mengambil kostum Spider-Man,” kata sersan Virat Boonsadao, seperti dikutp dari laman harian Straits Times, Selasa 24 Maret 2009.
“Anak itu langsung lari ke dekapan “Spider-Man” sambil tersenyum,” lanjutnya. Virat mengatakan, petugas kebakaran itu menyimpan kostum Spider-Man untuk digunakan saat memberi latihan pemadam kebakaran di sekolah-sekolah.(viva)
Arab Saudi Terus Intimidasi Warga Syiah
Aksi penangkapan warga muslim Syiah di provinsi Al-Qutaif, Arab Saudi terus berlanjut. Menurut laporan televisi Al-Alam dari Riyadh, jumlah warga Syiah yang ditangkap terus bertambah.
Penangkapan itu dilakukan setelah terjadi aksi demo mendukung Syeikh Namr Baqir An-Namr, tokoh oposisi Syiah di provinsi Al-Qutaif yang mengkritik keras pemerintah Arab Saudi.
Kamis lalu, kawasan Al-Awamiyah kembali menjadi ajang aksi demo yang kedua kalinya oleh warga setempat. Aksi demo itu digelar untuk mendukung Syeikh Namr dan memprotes aksi diskriminatif pihak kepolisian Arab Saudi terhadap warga Syiah negara ini.
Menyusul kritikan pedas Syeikh Namr terhadap pemerintah terkait kasus kekerasan akhir pihak keamanan terhadap peziarah Syiah di pemakaman Baqi dan penangkapan Syeikh Namr oleh pihak keamanan Arab Saudi, suasana di kota Al-Awamiyah masih dalam kondisi tegang.
Menyikapi hal itu, cendikiawan Arab Saudi, Taufik Al-Sayf menyatakan, pasukan keamanan kembali menangkap sekelompok warga Syiah lainnya di kawasan Al-Awamiyah karena dituding ikut terlibat dalam aksi demo menentang diskiriminasi terhadap warga Syiah. (irib)
