Selasa, 14 Juli 2009

Mesir Kembali Tolak Bantuan Kemanusiaan Gaza

Dajjal Mubarak
Hosni Mubarak: Antek Israel
Pihak berwenang Mesir menolak mengizinkan masuk para aktivis "Viva Palestina" yang mencoba membawa masuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dengan melintasi Semenanjung Sinai. Konvoi bantuan terbesar yang pernah ada dari para aktivis AS untuk membantu rakyat Gaza itu telah dihentikan di Kanal Suez pada Sabtu (11 Juli 2009) dalam perjalanan ke Al Arish, dimana sisa dari kelompok ini dan perlengkapan lainnya akan bergabung dengan mereka sebelum menuju perbatasan ke Gaza.
Para aktivis ini merupakan bagian dari konvoi sedikitnya 200 orang - semuanya orang AS, termasuk Charles Barron, anggota dewan kota New York City -- yang berencana berada di Gaza hingga 13 Juli.

Mantan anggota Kongres AS asal Georgia, Cynthia McKinney, yang ditangkap oleh pasukan Israel sebelumnya pada bulan ini ketika sedang menuju Gaza untuk misi kemanusiaan, juga akan bergabung dengan konvoi ini.

Aktivis "Viva Palestina" mengatakan meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan, para petugas perbatasan Mesir tidak mengizinkan konvoi medis ini untuk melintas dan bahkan mereka mengancam akan menangkap para aktivis....

"Kami bertekad untuk masuk ke Gaza, dan tidak peduli apa yang akan terjadi...kami telah mencapai keberhasilan dalam gerakan untuk mendukung rakyat Palestina. Konvoi ini akan terus berlanjut, dan kami tidak akan membiarkan siapa pun untuk menghentikan kami," kata Barron....

Minggu, 05 Juli 2009

Pengakuan Terakhir Saddam


Saddam

Dalam catatan-catatan interogasi agen-agen FBI dengan mantan penguasa Irak Saddam Husein, ada sejumlah informasi yang menarik untuk kita simak.

Menurut catatan itu, Saddam tak pernah meninggalkan Baghdad setelah invasi AS tahun 2003. Dia baru melarikan diri setelah ibukota itu nyaris jatuh ke tangan AS. Beberapa bulan kemudian, Saddam ditemukan bersembunyi di comberan dalam sebuah perkebunan. Menurut pengakuannnya sendiri, di tempat yg sama itulah dia bersembunyi setelah gagal membunuh PM Irak Abdul Karim Qasim tahun 1959.

Dokumen interogasi itu juga mempertegas sejumlah laporan sebelumnya bahwa Saddam secara sengaja membuat dunia percaya bahwa dia memiliki senjata pemusnah massal (WMD) yang lantas menjadi dalih utama AS menyerang Irak. Alasannya, Saddam takut terlihat lemah di hadapan Iran dan komunitas Syiah di Irak.

Saddam menolak tuduhan bahwa dia menggunakan sosok yang serupa dengannya untuk menghindar dari deteksi musuh. Alih2, dia mengindari pantauan musuh dengan meninggalkan penggunaan telepon kecuali dua kali selama lebih dari satu dekade dan selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Dia tak pernah tidur di satu tempat selama dua malam berturut2. Untuk menyampaikan pesan2nya, dia selalu memakai kurir atau bertatap muka secara langsung.

Dalam interogasi itu, Saddam juga menyangkal bahwa Osama bin Laden sebagai seorang “pejuang”.

Pragmatisme Hamas dalam Persepsi Konflik dengan Israel


[ 01/07/2009 - 07:39 ]

Ali Badwan

El-Hayat Londong

Pidato Kepala Biro politik Hamas, Khalid Mishal beberapa saat lalu menjelang dialog Palestina putaran ketujuh antara Hamas dan Fatah di Kairo sehingga mengundang sejumlah besar tema. Pada saat yang sama, pidato itu mengisyaratkan pragmatisme cukup tinggi yang sudah mulai ada sejak lama dalam mufradat politik gerakan Hamas.

Jika diperhatikan pidato Khalid Mishal yang menyampaikan empat pesan dalam pidatonya di Damaskus dan menjawabnya dengan sekali jawab memunculkan sejumlah pertanyaan yang mengundang kontroversi di Palestina dan bahkan Arab. Apa lantas yang baru dalam pidato Mishal?

Yang baru dalam pidato Mishal adalah pesan pertamanya kepad Amerika Serikat dan Eropa (barat). Isinya tentang pandangan politik Hamas terhadap sejumlah peristiwa di kawasan pasca pidato Obama. Mishal menegaskan bahwa gerakannya menengarai adanya perubahan yang perlu disambut baik dalam cara yang ditempuh Amerika terhadap kawasan Timur Tengah dan dunia Islam. Namun ia meminta agar ada perubahan ril di lapangan dan bukan hanya sihir pidato yang hanya sementara. Perubahan sikap Amerika itu juga diisyaratkan pada pertemuan sejumlah petinggi Hamas dengan mantan presiden Amerika Jimmy Carter.

Sehingga Khalid Mishal atas nama Hamas mengulurkan tangan kepada presiden Obama untuk dialog serius Hamas – Amerika. Hamas juga menyatakan siap dengan solusi berdirinya Negara Palestina dengan berdaulat penuh di atas wilayah jajahan tahun 1967 dengan mengambalikan hak pengungsi untuk kembali ke tanah air mereka. Ini adalah menunjukkan fleksibelitas sikap Hamas dan pragmatism yang tinggi yang mulai membedakan sikap politik harian Hamas.

Pesan kedua, disampaikan Mishal kepada Negara-negara resmi Arab, jarang terjadi Hamas menyampaikan ini secara resmi dan terbuka, bahwa pihaknya tidak rela dengan sikap-sikap Arab dalam perundingannya dengan Israel yang sekarang ini berjalan. Hamas meminta agar Arab memiliki sikap strategi yang baru. Pesan ketiga, soal pidato Netanyahu yang mempertahankan prinsip-prinsip zionisme Israel dengan logat sangat congkak, Mishal kembali membuang jauh-jauh riwayat Netanyahu dan mempertahankan masalah-masalah inti nasionalisme Palestina, terutama hak kembali.

Pesan keempat soal keberhasilan dialog Palestina, Mishal menegaskan bahwa untuk mewujudkan hal ini, harus diselesaikan secara runut tiga hal. Pertama masalah penahanan politik, kedua, membebaskan dialog Palestina dari komitmen dengan Israel dan intervensi asing, ketiga, solusi menyepakati satu paket dan solusi parsial.

Dengan demikian, salah orang meyakni bahwa Hamas berjalan menuju perputaran dramastis dalam program, sikap, dan orientasinya. Perubahan yang dibutuhkan dalam melihat sistem politik membutuhkan proses pematangan, bukan hanya didasarkan kepada analisis teori semata, namun membutuhkan analisis eksperimen.

Hamas memiliki pengalaman politik Islam di Palestina dimana ia diembargo oleh Washington ketika membentuk pemerintahan koalisi nasional dan pengalaman-pengalamannya hingga sekarang.

Jumat, 03 Juli 2009

Saad Hariri, Pebisnis yang Menjadi Perdana Menteri Lebanon

Saad Hariri
Pebisnis yang menjadi PM
Sebelum tampil di pentas politik Lebanon, Saad Hariri anak pertama dari dari istri pertama Rafiq Hariri, lebih dulu dikenal sebagai pebisnis andal di Arab Saudi. Pria berusia 39 tahun yang lahir dan besar di Riyadh, Arab Saudi, itu tercatat sebagai chairman Komite Eksekutif Oger Telecom, raksasa telekomunikasi di Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai chairman Omnia Holdings serta anggota dewan direksi Oger International Entreprise de Travaux Internationaux.
Rafiq Hariri, sang ayah yang meninggal dunia dalam teror bom pada 14 Februari 2005 lalu menjadi titik balik kancah politik Saad.

Sarjana bisnis jebolan internasional Georgetown University, Amerika Serikat, tersebut mulai serius berkecimpung di dunia politik. Dia lantas meneruskan perjuangan politik Rafiq.

Puncak perjuangan Saad tercapai pada pemilu parlemen Lebanon 28 Juni lalu. Partainya, Gerakan Masa Depan dan Aliansi 14 Maret, yang mendapatkan sokongan dana dari Saudi Arabia dan Amerika Serikat meraih kursi terbanyak atas kubu 8 Maret.

Setelah ditunjuk sebagai Perdana Menteri Lebanon menggantikan Fouad Siniora, Saad yang beristri asal syiria itu mulai mengadakan konsolidasi politik.

Sebagai kepala pemerintahan, dia bakal menghadapi banyak tantangan. Terutama, perpecahan dalam negeri yang berpotensi mengguncang kepemimpinannya. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Saad dilaporkan bakal menghadiahkan beberapa kursi di parlemen untuk kubu Suleiman dari kubu Kristen Maronit.

Di awal karir politiknya, Saad memang kurang begitu dikenal. Dia lebih dikenal sebagai jutawan dengan gaya hidup mewah dan foya-foya. Banyak orang menilai karena jejak sang ayahlah Saad sukses meretas karir politiknya.

Menjelang deklarasinya sebagai PM, Saad menemui Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, rivalnya dalam pemilu parlemen. Pasca pertemuan tertutup selama empat jam itu, keduanya sepakat membentuk pemerintahan bersama. Selain bertemu dengan Sayid Hasan Nasrallah, Saad juga bertemu dengan puncuk pimpinan partai-partai berkuasa di Lebanon.

Sebagai Perdana Mentri, tantangan terbesar Saad adalah bagaimana pemerintahannya bisa memotong campur tangan Israel, Amerika Serikat dan Saudi Arabia dalam urusan kebijakan dalam dan luar negeri Lebanon.

Saad Hariri pebisnis yang mempunyai dua warga negara, Lebanon dan Perancis ini akan diuji kemampuannya sebagai Perdana Mentri.

Israel Tahan 21 Aktivis Kemanusiaan untuk Gaza

Anak-anak Palestina
Anak-anak Palestina
Tindakan biadap Israel tak pernah reda, senapan pembunuh mereka tidak hanya dimuntahkan kepada warga sipil tak berdosa Palestina, namuan kepada aktivis kemanusiaan pun tidak luput dari kegaragannya. Baru-baru ini Israel kembali menahan kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Palestina. Tidak hanya barangnya yang disita, juga sebanyak 21 aktivis kemanusiaan ikut ditahan.
Press TV, hari ini, Rabu (1/7/2009) merilis, kapal "Spirit of Humanity" mengangkut aktivis kemanusiaan dari 11 negara ditahan dan menagkap semua aktifis kemenusiaan.

Sebelumnya kapal perang Israel mengancam akan menembak kapal. Namun pimpinan aktivis yang tergabung dalam nama Free Gaza Movement, Huwaida Arraf, menjelaskan bahwa kapal kecil mereka tidak mengancam Israel.

Kepada militer Israel, Arraf mengatakan kapalnya hanya membawa perlengkapan medis dan mainan untuk anak-anak. "Kapal kami juga sudah bebas dari pemeriksaan keamanan oleh otoritas pelabuhan Cyprus," tegasnya seperti yang dikutip oleh Press TV.

Senin, 29 Juni 2009

Hamas… Orsinilitas Tarbiyah, Realitas Pergerakan




Abu Mu’tasim


Jika diamati, dalam mentarbiyah kader dan anggotanya, membentuk kepribadiannya, dalam berorganisasi dan pola piker, laki-laki dan perempuan, gerakan Hamas berusaha mendidik generasi Qurani dan Nabawi yang unik. Mereka disiapkan untuk menjadi elemen dasar yang orsinil dalam bangunan proyeksi kemenangan mendatang bagi Islam agung dengan izin Allah.

Setelah perjalanan panjang tarbiyah, dakwah, pembangunan, organisasi, dan jihad, Hamas hari ini memiliki poin tarbiyah bermuatan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dikelola dalam mendidik dan membina kader-kadernya. Hal itu menciptakan gelombang generasi yang kuat yang mampu membangun organisasi yang kuat dan solid berdasarkan kecintaan, persaudaraan, orsinilitas, jauh dari spontanitas dan hal yang tanpa perasaan.

Hamas berusaha membentuk dan memformulasi masyarakat Muslim yang bisa menjaga harga diri (iffah), bersih, dan peka dari praktik manipulasi dan mudah hanyut, membentengi diri sikap koalisi dengan musuh atau menjadi agensi mereka dan tindakan moral rendahan, imun terhadap upaya penumpulan perasaan dan kepekaan terhadap rasa tanggung jawab terhadap masalah nasional kebangsaan, rakyat dan masalanya.

Pelurusan orientasi kepada Allah, mengikhlaskan niat, amal, menyempurnakan tajarrud, loyalitas yang baik, pemahaman, kecintaan berkorban, berjuang, jihad, membebaskan diri dari balasan dunia adalah sederatan factor utama yang ditanamkan secara kuat oleh Hamas dalam model dakwahnya melalui pangkuan tarbiyah. Hamas menyadari sejak awal dibentuk tentang urgensi keikhalasan dalam berorientasi kepada Allah. Ia dijadikan manzilah ula (prioritas utama) dalam tarbiyah. Apalagi ia menjadi rukun dasar dari 10 rukun baiat yang ditentukan oleh Imam Hasan Al-Banna – rahimahullah –soal persepsinya tentang kepribadian muslim aktifis menuju islamisasi masyarakat dan membebaskan mereka dari penghambaan sistem, konsep, dan berhala lain menuju penghambaan Allah Rabbul ‘alamain.

Konsentrasi pembinaah dakwah Hamas adalah pemenuhan (respon) fitrah terhadap panggilan Allah; dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran: 19)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5) ; sebagai wujud pemahaman dari sabda Rasulullah, “Aku tinggalkan kepada kalian, jika kalian berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan tersesat; yakni kitab Allah dan Sunnahku,” ;sebagai realisasi dari ucapan Umar Al-Faruq bin Al-Khattab, “Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, jika kita mencari izzah (kemuliaan dan harga diri) selainnya maka Allah akan menghinakan kami,” ; sebagai upaya mencari kehormatan melalui beruswah dengan kehidupan sahabat Rasulullah yang bernaung dibawah cahaya kenabian dan lulus dari madrasah Rasulullah saw. Merekalah generasi pertama yang membangun berdirinya Negara Islam pertama di Madinah Al-Munawwarah.

Ketika fajar terbitnya, Hamas telah mempelajari realitas dan watak-watak fase yang akan dilaluinya. Ia kemudian meletakkan manhaj yang diserap dari kitab Allah dan Sunnah Nabinya serta buku-buku keimaman yang dipenuhi dengan eksperimen ulama salaf. Hamas maju dengan percaya diri berusaha menanamkan Islam dalam sanubari kadernya semampu yang ia bisa dan selagi ada jalan. Maka Hamas memperoleh massa di kalangan kaum muda kualitas dan kuantitasnya sebagai mukmin yang percaya dan yakin akan kebenaran manhaj dan realitas pergerakan.

Warisan keimanan, pemikiran jernih bersinar, ilmu syar’i, keunikan dalam tarbiyah dai berdasarkan Al-Quran, Sunnah, hadits, syariat, ilmu-ilmu modern, ragam kerja kelembagaan, semuanya mampu menarik simpati pemuda kepada Hamas yang bukan hanya menghafal Al-Quran, hadits, shalat malam, puasa di siang hari, bukan hanya itu, namun Hamas memiliki potensi manusia (SDM) beragam, kader yang Ilmu pengetahuan berbeda-beda dalam ilmu, social, politik, budaya dan militer. Sehingga mampu berada di depan dan mampu memberikan sumbangsih keterbukaan politik yang lentur dan didasarkan pada batasan-batasan syariat dan agama.

Sesungguhnya tarbiyah Hamas berawal dari masjid karena ia ingin mereformasi kehidupan Palestina dengan cara yang benar. Hamas membangun pondasinya di samping mihrab dan mengajarkan anak-anaknya memahami fiqih realitas dan fiqih amal di atas sajadah shalat.

Harus kami ingatkan di sini, bahwa tarbiyah Hamas sama sekali tidak memaksa, mengisi otak setelah brand washing. Namun Hamas melakukan pencerahan, mengarahkan, memberikan pendapat dan pemikiran, diskusi, memberikan alasan dan hujjah, meyakinkan, dengan dibarengi eksperimen dan penerapan. Hamas maju tidak dengan menerka-nerka namun dengan rencana dan studi yang matang yang diracik oleh ulama-ulama pendiri gerakan ini berdasarkan kepada esensi agama, ilmu dan pengalaman generasi terdahulu dan sekarang.

Terbiyah Hamas didasarkan kepada penghormatan orang lain meski berbeda pendapat. Ia menghormati HAM sebab tarbiyahnya tidak otoriter, namun menyentuh kalbu dan perasaan. Ia mengusai perasan mereka kemudian mereka mengimani pemikiran Hamas dan menerapkan intruksinya. Hamas adalah gerakan amali yang menerima sejumlah besar massa kemudian disaring namun tetap bisa merawat yang belum tersaring. Hamas memasuki semua lini, sekolah, perguruan tinggi, lembaga social, lembaga asosiasi. Kadernya hidup di desa, kamp pengungsi dan kota-kota. Hamas memanfaatkan bulletin, buku, kaset, CD, Koran, radio, TV, internet. Menggunakan forum diskusi, ceramah, pameran sebab Hamas sadar media adalah senjata darurat dalam menyampaikan gagasan.

Tarbiyah Hamas memberikan kebebasan bergerak, berinovasi, dan berkreasi dengan tetap komitmen dan disiplin terhadap prinsip.

Tarbiyah Hamas menjaga keseimbangan dan konperhensif serta memperdalam spesialis. Hamas tidak mengalahkan politik atas ibadah, tidak mengalah pemerintahan atas perlawanan. Hamas mengkompromikan kerja social, politik, agama dan perlawanan sampai pada urusan olah raga dan seni.

Tarbiyah Hamas didasarkan kepada kejujuran, loyalitas, kesetiaan kepada baiat dengan pemahaman dan keyakinan tidak ada taklid buta atau menghilangkah kepribadian. Namun menyeimbangkan antara jundiyah (kader) dan qiyadah (pimpinan). Hamas tenang tapi kadang bergelora menantang dengan tetap terukur. Pengalaman mengajarkan kepada Hamas untuk menahan emosi, sehingga tidak ngawur dan terburu-buru.

Di tengah ujian berat, tekanan dalam dan luar negeri, Hamas hari ini masuk tetap konsisten dengan slogan “tidak ada solusi kecuali Islam”.

Obama nato= no action talk only = ngomong doang

Kontrovesi Politik dan Ideologi dalam Pidato Obama


Husam Dujani

Barack Husain Obama Presiden Amerika Serikat memulai lawatan kunjungannya Timtengnya di Turki, Negara Islam terbesar. Ia mengunjungi mesium Aya Sofia dan Masjid Biru di Istambul. Saat itu ia mendeklrasikan bahwa negaranya tidak sedang dalam perang dengan Islam. Obama menawarkan kemitraan dengan dunia Islam.

Lawatan berikutnya ia berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi, “negeri dua tempat suci”. Obama mendengarkan nasihat raja Abdullah bin Abdul Aziz agar mendekati hati bangsa Arab dan kaum muslimin. Benar saja, Obama merespon positif seruan itu. Itu terlihat dalam pidatonya di Universitas Kairo.

Mr. Barack Husain Obama adalah presiden terpilih dari Partai Demokrat yang menempuh jalan pragmatis berbeda 180 derajat dengan pendahulunya Bush dari Partai Republik yang menempuh jalan ideologis.

Namun jika diperhatian pidato Obama di Univeritas Kairo, kita menemukan Obama berusaha meraup emosi dan simpati Arab dan umat Islam dengan menggunakan pidato politik ideology. Di awal pidatonya ia mulai menyambut perdamaian, menyitir ayat Al-Quran, menyinggung perempuan, meminta dihentikan aksi permukiman Israel, demokrasi dan menyampaikan pandangan soal ekstrimisme di Pakistan, Aganistan, Irak, dan nuklir Iran.

Benar, Obama mengenakan pakaian sorban sebagai pengakuan jelas bahwa ideology adalah pemain utama di kawasan dan bahwa konflik dengan Israel adalah konflik ideology yang dibungkus dengan cover politik. Emosional public Arab dan Islam berjalan menuju islamisasi dan mengadopsi pilihan gerakan Islam politik sebab sekularisasi sudah berakhir eranya. Fajar kembalinya khilafah Islam sudah tiba.

Dari level politik, Mr. Obama menyampaikan delapan masalah yang diurutkan berdasarkan prioritas dan kepentingan Amerika di kawasan Timteng. Di urutan pertama masalah terorisme internasional dan cara menghadapinya. Masalah Palestina ada di urutan ketiga. Ini memang fase baru dalam tataran hubungan diplomasi dengan dunia Arab dan Islam. Namun sebagai bangsa dan umat Islam harus menyikapinya berdasarkan tindakan dan bukan perkataan. Citra Amerika akan baik di mata Arab dan umat Islam jika mereka membebaskan Jalur Gaza dari blockade atau membebaskan 1,5 juta warga Jalur Gaza dari penjara besar bernama Jalur Gaza atau mengakhiri penjajahan dan mendirikan Negara Palestina dengan ibukota Al-Quds.

Jika AS menarik pasukannya dari Irak dan Afaganistan, maka saat itu kita bisa katakana Obama berteman dengan Arab dan umat Islam dan kita akan membuang kekerasan dan terror. Sebab fenomena ekstrimisme dan kekerasan adalah akibat dari manajemen konflik yang dibuat oleh Israel dan Amerika melalui perang salib terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menjajah tanah Islam dan Arab serta mengeruk kekayaan alam yang mereka miliki.

Jika Israel membebukan produksi senjata nuklirnya, kita semua akan menekan Iran menghentikan aktifitas nuklirnya. Dan bisa kita katakan bahwa perdmaian dan keamanan di Timteng akan menjadi tema utama fase mendatang.