Jumat, 11 Juni 2010

Di Banjarmasin ( Kalimantan Selatan ) : Dua Rudy Kalah Dengan Golput

Dua Rudy Kalah Dengan Golput
Jumat, 11 Juni 2010 | 21:59 WITA/b.post

wordpress.com/herry murdy/montase:didik
Dua Rudy kalah dengan golput

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Meski unggul dari keempat kandidat lainnya dan bakal ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU Kalsel, pasangan Cagub dan Cawagub Kalsel Rudy Ariffin-Rudy Resnawan (Dua Rudy) tetap kalah jika dibandingkan dengan golput yang mencapai 873.224 suara.

"Jumlah golput pada Pemilukada Kalsel 2010 lebih besar dibanding dengan Pilkada 2005 lalu yang hanya sekitar 67 ribu orang," ujar Anggota KPU Kalsel, Hairansyah, Jumat (11/6/2010).

Menurut Ketua KPU Kalsel, Mirhan AM golput dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Bahkan katanya, di Amerika Serikat pun angka golput mencapai 40 persen.

"Soal apa yang menjadi penyebab tingginya golput di Kalsel perlu dilakukan kajian terlebih dahulu," ujarnya.

Terpisah, Ketua Panwas Pemilukada Kalsel, Sulkan mengatakan, tingginya angka golput tidak bisa disimpulkan KPU Kalsel gagal dalam melakukan sosialisasi. Justru katanya, pemilih golput adalah pemilih yang cerdas.

"Kenapa demikian karena orang yang memilih golput adalah orang yang mengetahui bahwa dari calon-calon yang ada, tidak bisa meyakinkan mereka untuk memilih," ujarnya.

(ais)

Perolehan Suara Pilgub Kalsel:
1. Khawal, suara 55.742 (3,36%)
2. Safa, suara 215.719 (12,99%)
3. Dua Rudy, suara 777.554 (46,18%)
4. Rossa, suara 235.934 (14,20%)
5. ZA, suara 376.274 (22,65%)

Ket :- Jumlah suara sah 1.661.223
- Surat suara tidak sah 88.849
- Jumlah DPT Kalsel 2.623.296 orang


(Sumber KPU Kalsel)

Kamis, 10 Juni 2010

Specially designed to ensure maximum comfort when stapling a schadenfreude

Specially designed to ensure maximum comfort when stapling a schadenfreude

Jumat, 31 Juli 2009

Serangan Israel ke Gaza Merupakan Kewajiban

Kementerian Luar Negeri Israel merilis laporan pembelaan atas serangan tiga pekan Israel ke Gaza awal tahun ini. Dalam laporan itu dinyatakan, operasi militer ke Gaza merupakan kewajiban.

Laporan setebal 163 halaman yang dirilis Kamis kemarin, dan dikutip surat kabar Israel Haaretz itu menyebutkan, Israel memiliki "dua hak, yaitu melakukan aksi militer ke Gaza dan memblokade pebatasan" sebagai reaksi atas serangan roket Hamas.

Laporan bertajuk 'The Operation in Gaza -Factual and Legal Aspects,' itu Israel juga mengakui untuk pertama kalinya menggunakan amunisi bom fosfor putih selama serangan itu.

Namun Tel Aviv membantah jika terkandung bahan kimia mematikan dalam fosfor putih yang mereka gunakan. Bantahan itu bertentangan dengan temuan para ahli, termasuk kalangan medis dan organisasi hak asasi manusia internasional yang jelas-jelas terdapat tanda bekas bahan kimia dalam bom fosfor putih itu.

Masih dinyatakan dalam laporan itu, Israel melakukan penyelidikan terhadap 100 laporan pelanggaran perang, termasuk 13 penyelidikan kejahatan yang sudah diajukan PBB dan kelompok hak asasi manusia.

Seperti diberitakan Press TV, Jumat (31/7/2009), laporan itu rencananya akan dirilis PBB dalam waktu dekat.

Serangan Israel itu menewaskan lebih dari 1.400 orang dan melukai 5.450 orang lainnya. Sebagian besar korban adalah rakyat sipil.[islammuhammadi/mt/press/oke]

Kamis, 16 Juli 2009

UNIFIL Bongkar Pos Spionase Israel di Libanon


Tentara Libanon meminta UNIFIL untuk membongkar sebuah pos spionase Israel di dekat perbatasan wilayah yang diduduki, juru bicara tentara mengatakan.
IDF




Pos spy yang didirikan oleh tentara Israel di dekat Karf Shuba, sebuah desa di luar garis batas desa Ghajar.

Wakil juru bicara UNIFIL (United Nations Interim Forces di Libanon Selatan) Andrea Tenenti mengatakan bahwa di daerah dimana pos itu didirikan "tidak di bawah mandat kami," AFP melaporkan pada hari Selasa. "Tapi kami berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan kedua belah pihak , "tambahnya.

Laporan tidak mengatakan kapan pos spionase itu didirikan.

PBB telah membagi perbatasan antara kedua negara setelah pasukan Israel terpaksa menarik diri dari Libanon selatan pada tahun 2000, mengakhir 22 tahun penjajahan.

Wakil PBB ke Libanon Michael Williams mengatakan pekan lalu bahwa ia berharap untuk melihat penarikan Israel sepenuhnya dari bagian utara Ghajar, terutama yang dihuni oleh orang Suriah Alawites.

Pasukan UNIFIL telah diturunkan di Libanon selatan pada tahun 2006 di bawah Resolusi Dewan Keamanan 1701, akhirdari 33-hari invasi Israel di Libanon, yang mengakibatkan kematian lebih dari 1.000 warga sipil Libanon. [IslamTimes/R]

Serdadu Israel ngaku genosida Gaza Palestina

Pengakuan: Operasi Cast Lead Israel adalah Genosida
Yerusalem -BREAKING THE SILENCE: Sekitar 30 tentara Israeli bersaksi tentang pengalamannya dalam operasi militer Cast Lead Israel di Gaza: "Anda merasa seperti kanak-kanak melihat semut dengan kaca pembesar, kemudian membakarnya."
Target Sipil Israel


54 saksi yang melawan tentara Israel yang ikut dalam Operasi Cast Lead mengungkapkan kesenjangan laporan yang diberikan oleh tentara sehubungan dengan peristiwa Januari tersebut ; mereka diperintahkan untuk menghancurkan rumah; pembakaran phosphorous kearah penduduk di daerah-daerah dan mendorong untuk membidikan kesasaran manapun.

Setengah tahun setelah Operasi Cast Lead, organisasi "Breaking the Silence" adalah merilis buku buklet baru ini (Wed. 7 / 15) yang mengungkap pengakuan sejumlah saksi prajurit yang ikut dalam operasi. Saksi yang signifikan menampakkan kesenjangan antara pendapat resmi dari militer Israel dan kegiatan di lapangan.

Di antara 54 pengakuan yang menyatakan telah "mengakui praktik," pemusnahan ratusan rumah, masjid dan sasaran non militer, bahkan menembakkan gas phosphorous ke arah penduduk setempat, membunuh korban tidak berdosa dengan senjata ringan, maka kerusakan harta benda pribadi, dan lebih dari semua, adanya perintah struktur untuk menyiksa prajurit yang sudah tidak berdaya dengan bertindak tanpa moral. Buku kecil ini juga berisikan pengakuan sekitar 30 saksi dari tentara cadangan reguler dari berbagai unit. Saksi menunjukkan bahwa tentara itu tidak diberikan arahan yang jelas tentang tujuan operasi itu dan, sebagaimana salah satu prajurit mengakui, "tidak ada yang mengungkapkan persoalan warga sipil yang tidak bersalah."

Banyak prajurit mengatakan bahwa mereka berjuang tanpa melihat "musuh didepan mata mereka." "Anda merasa seperti anak kecil yang melihat semut dengan kaca pembesar, dan membakar mereka," salah satu prajurit bersaksi bahwa "anak berumur 20 tahun seharusnya tidak melakukan hal-hal semacam ini pada orang lain."

"Kesaksian membuktikan bahwa cara perang itu dilakukan karena sistem setempat dan bukan dari individu prajurit," kata Mikhael Mankin dari "Breaking the Silence."
Diantara kesaksian dari mereka yang ikut dalam operasi:
"Lebih baik menembak orang tak berdosa ketimbang ragu bahwa sasaran adalah musuh," kata seorang tentara yang tidak disebutkan identitasnya merujuk pernyataan atasannya yang selalu mengingatkan hal itu kepada bawahannya.

"Jika Kalian tidak yakin, bunuhlah. Menembak adalah aktivitas kita. Kita masuk ke sini (Gaza) dan membom merupakan kegemaran kita," kata seorang tentara lain yang menirukan pernyataan komandannya.

Dalam laporan setebal 112 halaman, Breaking the Silence juga menyebutkan sebuah tragedi pembantaian yang disebutnya sebagai "cara tetangga". Tentara Israel menggunakan warga sipil sebagai perisai hidup dengan masuk lebih dulu ke sebuah bangunan yang diduga terdapat pejuang Gaza.

Serangan yang berlangsung selama tiga pekan lebih itu menewaskan 1.450 orang. Sebanyak 900 di antaranya merupakan warga sipil. [IslamTimes/R]

Rezim Mahmoud Abbas Tutup Kantor Aljazeera


974p

Otoritas Palestina di Tepi Barat di bawah Mahmoud Abbas sekali menunjukkan sikap tidak terpuji. Pemerintahan buatan Israel ini menutup kantor televisi Aljazeera dengan alasan peliputannya merugikan keamanan dan kepentingan nasional.

Beberapa hari belakangan ini televisi satelit terbesar di Timur Tengah yang bermarkas di Doha Qatar ini melakukan investigasi isu seputar dugaan pembunuhan terhadap Yaser Arafat, Pemimpin Palestina.

Dugaan adanya konspirasi pembunuhan pendiri PLO tersebut dilontarkan oleh salah satu tokoh senior Palestina dan Ketua Biro Politik PLO, Farouk Qaddumi dalam wawancaranya dengan televisi Aljazeera. Salah satu nama yang dikaitkan dengan konspirasi ini adalah Fath Mohammad Dahlan, tokoh moderat Palestina binaan Amerika dan Israel yang juga salah satu orang terdekat Mahmoud Abbas.

Di Gaza, Perdana Menteri terpilih Palestina, Islamil Haniyah, mengecam Pemerintah Mahmoud Abbas atas penutupan kantor Aljazeera seraya menganggapnya sebagai bukti kekerdilannya di hadapan Israel.

Sementara itu faksi Fatah menyesalkan keputusan Pemerintahan Abbas tersebut dan menganggapnya sebagai sikap yang tidak mewakili Fatah sebagai organisasi.

Selasa, 14 Juli 2009

WE WILL NOT GO DOWN

(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)

Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight!
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down In Gaza tonight

Terjemahan:

Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati

Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar

Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujam asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal

Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini

Mesir Kembali Tolak Bantuan Kemanusiaan Gaza

Dajjal Mubarak
Hosni Mubarak: Antek Israel
Pihak berwenang Mesir menolak mengizinkan masuk para aktivis "Viva Palestina" yang mencoba membawa masuk bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza dengan melintasi Semenanjung Sinai. Konvoi bantuan terbesar yang pernah ada dari para aktivis AS untuk membantu rakyat Gaza itu telah dihentikan di Kanal Suez pada Sabtu (11 Juli 2009) dalam perjalanan ke Al Arish, dimana sisa dari kelompok ini dan perlengkapan lainnya akan bergabung dengan mereka sebelum menuju perbatasan ke Gaza.
Para aktivis ini merupakan bagian dari konvoi sedikitnya 200 orang - semuanya orang AS, termasuk Charles Barron, anggota dewan kota New York City -- yang berencana berada di Gaza hingga 13 Juli.

Mantan anggota Kongres AS asal Georgia, Cynthia McKinney, yang ditangkap oleh pasukan Israel sebelumnya pada bulan ini ketika sedang menuju Gaza untuk misi kemanusiaan, juga akan bergabung dengan konvoi ini.

Aktivis "Viva Palestina" mengatakan meskipun sebelumnya telah ada kesepakatan, para petugas perbatasan Mesir tidak mengizinkan konvoi medis ini untuk melintas dan bahkan mereka mengancam akan menangkap para aktivis....

"Kami bertekad untuk masuk ke Gaza, dan tidak peduli apa yang akan terjadi...kami telah mencapai keberhasilan dalam gerakan untuk mendukung rakyat Palestina. Konvoi ini akan terus berlanjut, dan kami tidak akan membiarkan siapa pun untuk menghentikan kami," kata Barron....

Minggu, 05 Juli 2009

Pengakuan Terakhir Saddam


Saddam

Dalam catatan-catatan interogasi agen-agen FBI dengan mantan penguasa Irak Saddam Husein, ada sejumlah informasi yang menarik untuk kita simak.

Menurut catatan itu, Saddam tak pernah meninggalkan Baghdad setelah invasi AS tahun 2003. Dia baru melarikan diri setelah ibukota itu nyaris jatuh ke tangan AS. Beberapa bulan kemudian, Saddam ditemukan bersembunyi di comberan dalam sebuah perkebunan. Menurut pengakuannnya sendiri, di tempat yg sama itulah dia bersembunyi setelah gagal membunuh PM Irak Abdul Karim Qasim tahun 1959.

Dokumen interogasi itu juga mempertegas sejumlah laporan sebelumnya bahwa Saddam secara sengaja membuat dunia percaya bahwa dia memiliki senjata pemusnah massal (WMD) yang lantas menjadi dalih utama AS menyerang Irak. Alasannya, Saddam takut terlihat lemah di hadapan Iran dan komunitas Syiah di Irak.

Saddam menolak tuduhan bahwa dia menggunakan sosok yang serupa dengannya untuk menghindar dari deteksi musuh. Alih2, dia mengindari pantauan musuh dengan meninggalkan penggunaan telepon kecuali dua kali selama lebih dari satu dekade dan selalu bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Dia tak pernah tidur di satu tempat selama dua malam berturut2. Untuk menyampaikan pesan2nya, dia selalu memakai kurir atau bertatap muka secara langsung.

Dalam interogasi itu, Saddam juga menyangkal bahwa Osama bin Laden sebagai seorang “pejuang”.

Pragmatisme Hamas dalam Persepsi Konflik dengan Israel


[ 01/07/2009 - 07:39 ]

Ali Badwan

El-Hayat Londong

Pidato Kepala Biro politik Hamas, Khalid Mishal beberapa saat lalu menjelang dialog Palestina putaran ketujuh antara Hamas dan Fatah di Kairo sehingga mengundang sejumlah besar tema. Pada saat yang sama, pidato itu mengisyaratkan pragmatisme cukup tinggi yang sudah mulai ada sejak lama dalam mufradat politik gerakan Hamas.

Jika diperhatikan pidato Khalid Mishal yang menyampaikan empat pesan dalam pidatonya di Damaskus dan menjawabnya dengan sekali jawab memunculkan sejumlah pertanyaan yang mengundang kontroversi di Palestina dan bahkan Arab. Apa lantas yang baru dalam pidato Mishal?

Yang baru dalam pidato Mishal adalah pesan pertamanya kepad Amerika Serikat dan Eropa (barat). Isinya tentang pandangan politik Hamas terhadap sejumlah peristiwa di kawasan pasca pidato Obama. Mishal menegaskan bahwa gerakannya menengarai adanya perubahan yang perlu disambut baik dalam cara yang ditempuh Amerika terhadap kawasan Timur Tengah dan dunia Islam. Namun ia meminta agar ada perubahan ril di lapangan dan bukan hanya sihir pidato yang hanya sementara. Perubahan sikap Amerika itu juga diisyaratkan pada pertemuan sejumlah petinggi Hamas dengan mantan presiden Amerika Jimmy Carter.

Sehingga Khalid Mishal atas nama Hamas mengulurkan tangan kepada presiden Obama untuk dialog serius Hamas – Amerika. Hamas juga menyatakan siap dengan solusi berdirinya Negara Palestina dengan berdaulat penuh di atas wilayah jajahan tahun 1967 dengan mengambalikan hak pengungsi untuk kembali ke tanah air mereka. Ini adalah menunjukkan fleksibelitas sikap Hamas dan pragmatism yang tinggi yang mulai membedakan sikap politik harian Hamas.

Pesan kedua, disampaikan Mishal kepada Negara-negara resmi Arab, jarang terjadi Hamas menyampaikan ini secara resmi dan terbuka, bahwa pihaknya tidak rela dengan sikap-sikap Arab dalam perundingannya dengan Israel yang sekarang ini berjalan. Hamas meminta agar Arab memiliki sikap strategi yang baru. Pesan ketiga, soal pidato Netanyahu yang mempertahankan prinsip-prinsip zionisme Israel dengan logat sangat congkak, Mishal kembali membuang jauh-jauh riwayat Netanyahu dan mempertahankan masalah-masalah inti nasionalisme Palestina, terutama hak kembali.

Pesan keempat soal keberhasilan dialog Palestina, Mishal menegaskan bahwa untuk mewujudkan hal ini, harus diselesaikan secara runut tiga hal. Pertama masalah penahanan politik, kedua, membebaskan dialog Palestina dari komitmen dengan Israel dan intervensi asing, ketiga, solusi menyepakati satu paket dan solusi parsial.

Dengan demikian, salah orang meyakni bahwa Hamas berjalan menuju perputaran dramastis dalam program, sikap, dan orientasinya. Perubahan yang dibutuhkan dalam melihat sistem politik membutuhkan proses pematangan, bukan hanya didasarkan kepada analisis teori semata, namun membutuhkan analisis eksperimen.

Hamas memiliki pengalaman politik Islam di Palestina dimana ia diembargo oleh Washington ketika membentuk pemerintahan koalisi nasional dan pengalaman-pengalamannya hingga sekarang.

Jumat, 03 Juli 2009

Saad Hariri, Pebisnis yang Menjadi Perdana Menteri Lebanon

Saad Hariri
Pebisnis yang menjadi PM
Sebelum tampil di pentas politik Lebanon, Saad Hariri anak pertama dari dari istri pertama Rafiq Hariri, lebih dulu dikenal sebagai pebisnis andal di Arab Saudi. Pria berusia 39 tahun yang lahir dan besar di Riyadh, Arab Saudi, itu tercatat sebagai chairman Komite Eksekutif Oger Telecom, raksasa telekomunikasi di Timur Tengah dan Afrika. Selain itu, dia juga pernah menjabat sebagai chairman Omnia Holdings serta anggota dewan direksi Oger International Entreprise de Travaux Internationaux.
Rafiq Hariri, sang ayah yang meninggal dunia dalam teror bom pada 14 Februari 2005 lalu menjadi titik balik kancah politik Saad.

Sarjana bisnis jebolan internasional Georgetown University, Amerika Serikat, tersebut mulai serius berkecimpung di dunia politik. Dia lantas meneruskan perjuangan politik Rafiq.

Puncak perjuangan Saad tercapai pada pemilu parlemen Lebanon 28 Juni lalu. Partainya, Gerakan Masa Depan dan Aliansi 14 Maret, yang mendapatkan sokongan dana dari Saudi Arabia dan Amerika Serikat meraih kursi terbanyak atas kubu 8 Maret.

Setelah ditunjuk sebagai Perdana Menteri Lebanon menggantikan Fouad Siniora, Saad yang beristri asal syiria itu mulai mengadakan konsolidasi politik.

Sebagai kepala pemerintahan, dia bakal menghadapi banyak tantangan. Terutama, perpecahan dalam negeri yang berpotensi mengguncang kepemimpinannya. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, Saad dilaporkan bakal menghadiahkan beberapa kursi di parlemen untuk kubu Suleiman dari kubu Kristen Maronit.

Di awal karir politiknya, Saad memang kurang begitu dikenal. Dia lebih dikenal sebagai jutawan dengan gaya hidup mewah dan foya-foya. Banyak orang menilai karena jejak sang ayahlah Saad sukses meretas karir politiknya.

Menjelang deklarasinya sebagai PM, Saad menemui Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, rivalnya dalam pemilu parlemen. Pasca pertemuan tertutup selama empat jam itu, keduanya sepakat membentuk pemerintahan bersama. Selain bertemu dengan Sayid Hasan Nasrallah, Saad juga bertemu dengan puncuk pimpinan partai-partai berkuasa di Lebanon.

Sebagai Perdana Mentri, tantangan terbesar Saad adalah bagaimana pemerintahannya bisa memotong campur tangan Israel, Amerika Serikat dan Saudi Arabia dalam urusan kebijakan dalam dan luar negeri Lebanon.

Saad Hariri pebisnis yang mempunyai dua warga negara, Lebanon dan Perancis ini akan diuji kemampuannya sebagai Perdana Mentri.

Israel Tahan 21 Aktivis Kemanusiaan untuk Gaza

Anak-anak Palestina
Anak-anak Palestina
Tindakan biadap Israel tak pernah reda, senapan pembunuh mereka tidak hanya dimuntahkan kepada warga sipil tak berdosa Palestina, namuan kepada aktivis kemanusiaan pun tidak luput dari kegaragannya. Baru-baru ini Israel kembali menahan kapal yang mengangkut bantuan kemanusiaan untuk Gaza, Palestina. Tidak hanya barangnya yang disita, juga sebanyak 21 aktivis kemanusiaan ikut ditahan.
Press TV, hari ini, Rabu (1/7/2009) merilis, kapal "Spirit of Humanity" mengangkut aktivis kemanusiaan dari 11 negara ditahan dan menagkap semua aktifis kemenusiaan.

Sebelumnya kapal perang Israel mengancam akan menembak kapal. Namun pimpinan aktivis yang tergabung dalam nama Free Gaza Movement, Huwaida Arraf, menjelaskan bahwa kapal kecil mereka tidak mengancam Israel.

Kepada militer Israel, Arraf mengatakan kapalnya hanya membawa perlengkapan medis dan mainan untuk anak-anak. "Kapal kami juga sudah bebas dari pemeriksaan keamanan oleh otoritas pelabuhan Cyprus," tegasnya seperti yang dikutip oleh Press TV.

Senin, 29 Juni 2009

Hamas… Orsinilitas Tarbiyah, Realitas Pergerakan




Abu Mu’tasim


Jika diamati, dalam mentarbiyah kader dan anggotanya, membentuk kepribadiannya, dalam berorganisasi dan pola piker, laki-laki dan perempuan, gerakan Hamas berusaha mendidik generasi Qurani dan Nabawi yang unik. Mereka disiapkan untuk menjadi elemen dasar yang orsinil dalam bangunan proyeksi kemenangan mendatang bagi Islam agung dengan izin Allah.

Setelah perjalanan panjang tarbiyah, dakwah, pembangunan, organisasi, dan jihad, Hamas hari ini memiliki poin tarbiyah bermuatan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dikelola dalam mendidik dan membina kader-kadernya. Hal itu menciptakan gelombang generasi yang kuat yang mampu membangun organisasi yang kuat dan solid berdasarkan kecintaan, persaudaraan, orsinilitas, jauh dari spontanitas dan hal yang tanpa perasaan.

Hamas berusaha membentuk dan memformulasi masyarakat Muslim yang bisa menjaga harga diri (iffah), bersih, dan peka dari praktik manipulasi dan mudah hanyut, membentengi diri sikap koalisi dengan musuh atau menjadi agensi mereka dan tindakan moral rendahan, imun terhadap upaya penumpulan perasaan dan kepekaan terhadap rasa tanggung jawab terhadap masalah nasional kebangsaan, rakyat dan masalanya.

Pelurusan orientasi kepada Allah, mengikhlaskan niat, amal, menyempurnakan tajarrud, loyalitas yang baik, pemahaman, kecintaan berkorban, berjuang, jihad, membebaskan diri dari balasan dunia adalah sederatan factor utama yang ditanamkan secara kuat oleh Hamas dalam model dakwahnya melalui pangkuan tarbiyah. Hamas menyadari sejak awal dibentuk tentang urgensi keikhalasan dalam berorientasi kepada Allah. Ia dijadikan manzilah ula (prioritas utama) dalam tarbiyah. Apalagi ia menjadi rukun dasar dari 10 rukun baiat yang ditentukan oleh Imam Hasan Al-Banna – rahimahullah –soal persepsinya tentang kepribadian muslim aktifis menuju islamisasi masyarakat dan membebaskan mereka dari penghambaan sistem, konsep, dan berhala lain menuju penghambaan Allah Rabbul ‘alamain.

Konsentrasi pembinaah dakwah Hamas adalah pemenuhan (respon) fitrah terhadap panggilan Allah; “dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (At-Taubah: 105)

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” (Ali Imran: 19)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (Al-Bayyinah: 5) ; sebagai wujud pemahaman dari sabda Rasulullah, “Aku tinggalkan kepada kalian, jika kalian berpegang teguh dengannya maka kalian tidak akan tersesat; yakni kitab Allah dan Sunnahku,” ;sebagai realisasi dari ucapan Umar Al-Faruq bin Al-Khattab, “Kami adalah kaum yang dimuliakan Allah dengan Islam, jika kita mencari izzah (kemuliaan dan harga diri) selainnya maka Allah akan menghinakan kami,” ; sebagai upaya mencari kehormatan melalui beruswah dengan kehidupan sahabat Rasulullah yang bernaung dibawah cahaya kenabian dan lulus dari madrasah Rasulullah saw. Merekalah generasi pertama yang membangun berdirinya Negara Islam pertama di Madinah Al-Munawwarah.

Ketika fajar terbitnya, Hamas telah mempelajari realitas dan watak-watak fase yang akan dilaluinya. Ia kemudian meletakkan manhaj yang diserap dari kitab Allah dan Sunnah Nabinya serta buku-buku keimaman yang dipenuhi dengan eksperimen ulama salaf. Hamas maju dengan percaya diri berusaha menanamkan Islam dalam sanubari kadernya semampu yang ia bisa dan selagi ada jalan. Maka Hamas memperoleh massa di kalangan kaum muda kualitas dan kuantitasnya sebagai mukmin yang percaya dan yakin akan kebenaran manhaj dan realitas pergerakan.

Warisan keimanan, pemikiran jernih bersinar, ilmu syar’i, keunikan dalam tarbiyah dai berdasarkan Al-Quran, Sunnah, hadits, syariat, ilmu-ilmu modern, ragam kerja kelembagaan, semuanya mampu menarik simpati pemuda kepada Hamas yang bukan hanya menghafal Al-Quran, hadits, shalat malam, puasa di siang hari, bukan hanya itu, namun Hamas memiliki potensi manusia (SDM) beragam, kader yang Ilmu pengetahuan berbeda-beda dalam ilmu, social, politik, budaya dan militer. Sehingga mampu berada di depan dan mampu memberikan sumbangsih keterbukaan politik yang lentur dan didasarkan pada batasan-batasan syariat dan agama.

Sesungguhnya tarbiyah Hamas berawal dari masjid karena ia ingin mereformasi kehidupan Palestina dengan cara yang benar. Hamas membangun pondasinya di samping mihrab dan mengajarkan anak-anaknya memahami fiqih realitas dan fiqih amal di atas sajadah shalat.

Harus kami ingatkan di sini, bahwa tarbiyah Hamas sama sekali tidak memaksa, mengisi otak setelah brand washing. Namun Hamas melakukan pencerahan, mengarahkan, memberikan pendapat dan pemikiran, diskusi, memberikan alasan dan hujjah, meyakinkan, dengan dibarengi eksperimen dan penerapan. Hamas maju tidak dengan menerka-nerka namun dengan rencana dan studi yang matang yang diracik oleh ulama-ulama pendiri gerakan ini berdasarkan kepada esensi agama, ilmu dan pengalaman generasi terdahulu dan sekarang.

Terbiyah Hamas didasarkan kepada penghormatan orang lain meski berbeda pendapat. Ia menghormati HAM sebab tarbiyahnya tidak otoriter, namun menyentuh kalbu dan perasaan. Ia mengusai perasan mereka kemudian mereka mengimani pemikiran Hamas dan menerapkan intruksinya. Hamas adalah gerakan amali yang menerima sejumlah besar massa kemudian disaring namun tetap bisa merawat yang belum tersaring. Hamas memasuki semua lini, sekolah, perguruan tinggi, lembaga social, lembaga asosiasi. Kadernya hidup di desa, kamp pengungsi dan kota-kota. Hamas memanfaatkan bulletin, buku, kaset, CD, Koran, radio, TV, internet. Menggunakan forum diskusi, ceramah, pameran sebab Hamas sadar media adalah senjata darurat dalam menyampaikan gagasan.

Tarbiyah Hamas memberikan kebebasan bergerak, berinovasi, dan berkreasi dengan tetap komitmen dan disiplin terhadap prinsip.

Tarbiyah Hamas menjaga keseimbangan dan konperhensif serta memperdalam spesialis. Hamas tidak mengalahkan politik atas ibadah, tidak mengalah pemerintahan atas perlawanan. Hamas mengkompromikan kerja social, politik, agama dan perlawanan sampai pada urusan olah raga dan seni.

Tarbiyah Hamas didasarkan kepada kejujuran, loyalitas, kesetiaan kepada baiat dengan pemahaman dan keyakinan tidak ada taklid buta atau menghilangkah kepribadian. Namun menyeimbangkan antara jundiyah (kader) dan qiyadah (pimpinan). Hamas tenang tapi kadang bergelora menantang dengan tetap terukur. Pengalaman mengajarkan kepada Hamas untuk menahan emosi, sehingga tidak ngawur dan terburu-buru.

Di tengah ujian berat, tekanan dalam dan luar negeri, Hamas hari ini masuk tetap konsisten dengan slogan “tidak ada solusi kecuali Islam”.

Obama nato= no action talk only = ngomong doang

Kontrovesi Politik dan Ideologi dalam Pidato Obama


Husam Dujani

Barack Husain Obama Presiden Amerika Serikat memulai lawatan kunjungannya Timtengnya di Turki, Negara Islam terbesar. Ia mengunjungi mesium Aya Sofia dan Masjid Biru di Istambul. Saat itu ia mendeklrasikan bahwa negaranya tidak sedang dalam perang dengan Islam. Obama menawarkan kemitraan dengan dunia Islam.

Lawatan berikutnya ia berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi, “negeri dua tempat suci”. Obama mendengarkan nasihat raja Abdullah bin Abdul Aziz agar mendekati hati bangsa Arab dan kaum muslimin. Benar saja, Obama merespon positif seruan itu. Itu terlihat dalam pidatonya di Universitas Kairo.

Mr. Barack Husain Obama adalah presiden terpilih dari Partai Demokrat yang menempuh jalan pragmatis berbeda 180 derajat dengan pendahulunya Bush dari Partai Republik yang menempuh jalan ideologis.

Namun jika diperhatian pidato Obama di Univeritas Kairo, kita menemukan Obama berusaha meraup emosi dan simpati Arab dan umat Islam dengan menggunakan pidato politik ideology. Di awal pidatonya ia mulai menyambut perdamaian, menyitir ayat Al-Quran, menyinggung perempuan, meminta dihentikan aksi permukiman Israel, demokrasi dan menyampaikan pandangan soal ekstrimisme di Pakistan, Aganistan, Irak, dan nuklir Iran.

Benar, Obama mengenakan pakaian sorban sebagai pengakuan jelas bahwa ideology adalah pemain utama di kawasan dan bahwa konflik dengan Israel adalah konflik ideology yang dibungkus dengan cover politik. Emosional public Arab dan Islam berjalan menuju islamisasi dan mengadopsi pilihan gerakan Islam politik sebab sekularisasi sudah berakhir eranya. Fajar kembalinya khilafah Islam sudah tiba.

Dari level politik, Mr. Obama menyampaikan delapan masalah yang diurutkan berdasarkan prioritas dan kepentingan Amerika di kawasan Timteng. Di urutan pertama masalah terorisme internasional dan cara menghadapinya. Masalah Palestina ada di urutan ketiga. Ini memang fase baru dalam tataran hubungan diplomasi dengan dunia Arab dan Islam. Namun sebagai bangsa dan umat Islam harus menyikapinya berdasarkan tindakan dan bukan perkataan. Citra Amerika akan baik di mata Arab dan umat Islam jika mereka membebaskan Jalur Gaza dari blockade atau membebaskan 1,5 juta warga Jalur Gaza dari penjara besar bernama Jalur Gaza atau mengakhiri penjajahan dan mendirikan Negara Palestina dengan ibukota Al-Quds.

Jika AS menarik pasukannya dari Irak dan Afaganistan, maka saat itu kita bisa katakana Obama berteman dengan Arab dan umat Islam dan kita akan membuang kekerasan dan terror. Sebab fenomena ekstrimisme dan kekerasan adalah akibat dari manajemen konflik yang dibuat oleh Israel dan Amerika melalui perang salib terhadap Islam dan kaum muslimin dengan menjajah tanah Islam dan Arab serta mengeruk kekayaan alam yang mereka miliki.

Jika Israel membebukan produksi senjata nuklirnya, kita semua akan menekan Iran menghentikan aktifitas nuklirnya. Dan bisa kita katakan bahwa perdmaian dan keamanan di Timteng akan menjadi tema utama fase mendatang.

Selasa, 23 Juni 2009

Kenapa Pidato Obama Tidak Mengelabui Kita




Yaser Zaaterah

Dostor Jordania

Jika perbedaan bahasa Obama dan pendahulu Bush yang menentukan penyikapan kita terhadap politik presiden Amerika ini, maka itu sama saja dengan musibah. Sebab pada dasarnya menyikapi politik itu didasarkan kepada tindakan nyata dan bukan kata-kata. Obama memang tidak hanya mengubah bahasa dengan kita (umat Islam) saja, namun ia lakukan itu dengan Negara-negara dunia termasuk Cina, Rusia, Eropa dan Negara-negara Amerika Latin. Namun apakah politik Amerika berubah seluruhnya, dan kita akan melihat Negara besar tanpa “jiwa kekaisaran dan imperialism” atau ada sesuatu di belakang ini? inilah adalah pertanyaan yang paling penting yang harus bijaksana dalam menyikapinya. Apalagi bagi kekuatan-kekuatan perlawanan dan kelompok antipati terhadap Amerika. Sebab kita menemukan orang-orang menjadi tawanan kata-kata Obama dari kalangan umat Islam, tanpa bertanya dalam diri mereka apakah ada perubahan hasil otoritas pribadinya terhadap lembaga pemerintahan dalam negerinya, atau perubahan itu terjadi sebagai hasil kesepakatan lembaga-lembaga lainnya yang melihat kebutuhan untuk mengubah peta politik untuk kepentingan Amerika Serikat? Membaca perubahan strategis hanya melalui perubahan pribadi presiden adalah kurang pertimbangan. Saya percaya bahwa jika John McCain memenangkan pemilihan presiden ia tidak akan mengulangi strategi Bush. Buktinya transfer Jenderal Petraeus ke Afghanistan dilakukan sebelum pemilihan presiden. Sementara Obama tetap mempertahankan menteri pertahanan republic tetap di posisinya semula.

Yang dilakukan Obama hari ini adalah merupakan produk dari konsensus tentang cara untuk mengeluarkan AS dari kubangan diciptakan oleh kebijakan Bush: baik berupa krisis keuangan akibat beban anggaran di Irak, Afghanistan dan Pakistan, disamping tanpa berhenti menyikapi masalah Timur Tengah seperti Irak, Palestina dan Lebanon dengan memihak kepada agenda-agenda Negara Israel. Tentu saja, karena suara dukungan Kongres, baik Demokrat dan Republik penuh mendukung Israel.

Tidak perlu disangkal lagi bahwa Amerika, setelah Bush telah berada dalam posisi sulit dan dilematis. Agar ia kembali bisa mempengaruhi dan mengembalikan kekuatannya di level internasional, harus ada pendekatan baru. Yakni pendekatan berinteraksi dengan Negara-negara besar dengan logika kemitraan, dengan semangat “Big Brother” dan berinteraksi dengan “kasih saying” dengan negara-negara Arab dan Muslim agar Negara-negara itu bisa membantu AS menghentikan pertumbahan darah dan harta di Irak dan Afghanistan. Singkatnya, barang siapa yang meminta orang agar membantunya agar sembuh tidak mungkin dengan logika “tuan dan budak”.

Disini timbul pertanyaan yang sangat penting: Apakah termasuk kepentingan kita bangsa Arab dan Muslim jika Amerika pulih dari krisis-krisisnya dan otoriternya kembali menguasai dunia? Jawabannya adalah tidak. Faktornya, karena kita paling dirugikan oleh otoritarianisme Amerika itu. Seharusnya kepentingan kita adalah bagaimana terjadi kristalisasi pruralitas blok sehingga memungkinkan kita bergerak bebas mewujudkan proyek kita sebagai umat.

Gagasan ini akan lebih terasa urgen jika dipahami bahwa Obama tidak dan tidak akan memberikan kepada kita sebagai bangsa untuk bekerjasama dengannya. AS hanya akan memberikan kebebasan kepada pemerintah resmi untuk menyikapi para kelompok oposisinya (perlawanan) dengan cara yang menyenangkan AS sendir.

Di Palestina, solusi dua Negara seperti yang promosikan Obama harus kita sikapi sebagai konspirasi untuk menghapus Palestina (karena ia nantinya hanya berupa Negara “kantong” yang tidak berdaulat dan pengungsi Palestina tidak kembali).

Kamis, 11 Juni 2009

Kelompok dan Tokoh Lebanon Peringatkan Konspirasi Amerika dan Israel

Thursday, 11 June 2009 Hizbullah Lebanon mengecam berlanjutnya intervensi Amerika terhadap urusan dalam negeri Lebanon. Dalam pernyataan yang dikeluarkan, Hizbullah mengecam intervensi, terutama analisa, ungkapan-ungkapan provokatif dan upaya pecah belah para pejabat Amerika mengenai hasil pemilu legislatif Lebanon. Hizbullah juga mengingatkan, sikap para pejabat Amerika dalam hal ini menunjukkan kegeraman mereka akan perhatian bangsa Lebanon terhadap muqawama.

Sikap rakyat Lebanon kepada Hizbullah dan berhasilnya semua kandidat Hizbullah dalam pemilu parlemen menunjukkan betapa rakyat Lebanon tidak berhasil dipengaruhi konspirasi para pejabat Amerika. Begitu juga dengan melihat data pemilu Lebanon menunjukkan popularitas Hizbullah semakin meningkat. Sekalipun kelompok pro-Barat 14 Maret berhasil memenangkan pemilu kali ini dengan perbedaan tipis dari kelompok 8 Maret akibat intervensi negara-negara Barat dan sebagian negara Arab, namun kelompok pendukung muqawama, 8 Maret masih tetap populer di mata masyarakat.

Televisi Al-Manar dalam laporannya menyebutkan, saat data berbicara tidak ada alasan untuk mengingkari. Hasil pemilu legislatif Lebanon menunjukkan Hizbullah dan sekutu 8 Maret-nya masih lebih populer di tengah-tengah masyarakat. Setelah diumumkannya hasil akhir pemilu masalah ini menjadi bukti bagi semua orang bahwa aturan pemilu dan cara pembagian kursi parlemen di kota-kota Lebanon tidak realistis dan bukan keinginan rakyat.

Berdasarkan data resmi yang telah diumumkan oleh pemerintah Lebanon, dari 1,5 juta suara pemilih pemilu parlemen sekitar 850 ribu suara sebanding dengan 55 persen suara keseluruhan milik wakil-wakil kelompok 8 Maret. Sementara kelompok pro-Barat 14 Maret yang disebut menang sejatinya hanya meraup suara sebanyak 650 ribu yang berarti hanya 45 persen dari jumlah suara keseluruhan. Artinya, kelompok 14 Maret sebagai pemenang pemilu ternyata meraih suara lebih sedikit ketimbang rival mereka dan tentu saja ini membuat aturan pemilu parlemen negara ini patut mendapat pertanyaan serius.

Mencermati kenyataan ini, rezim Zionis Israel terpaksa harus mengakui betapa kekuatan posisi Hizbullah masih akan terus berlanjut. Menteri Peperangan Israel Ehud Barak memperingatkan kepada orang-orang Zionis agar tidak membuat mereka terlena. Karena Hizbullah masih tetap kuat dan aktif di kancah politik Lebanon. Sementara Nabih Berri, Ketua Parlemen Lebanon juga tidak lupa mengingatkan rakyat Lebanon mengenai konspirasi Zionis Israel. Ditegaskannya, Israel tetap menjadi musuh nomor satu Lebanon dan tetap berusaha menghancurkan persatuan dan rekonsiliasi nasional di negara ini.

Hariri Akan Bekerjasama dengan Hizbullah

Friday, 12 June 2009 Sample ImageKetua Partai Al-Mustaqbal Lebanon, Saaduddin Hariri dan para pemimpin Kelompok 14 Maret menyatakan akan bekerjasama dengan Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) dalam membentuk kabinet yang efektif. Sebagaimana dilaporkan wartawan IRIB dari Beirut, Hariri mengatakan, menyusul berakhirnya masa pemilu parlemen, pemisahan dua kelompok besar pada masa pemilu juga harus berakhir. Dikatakannya, semua pihak harus mengetahui bahwa seluruh masalah hanya dapat diselesaikan dengan kerjasama. Hariri juga menuding rezim Zionis Israel sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam mencegah berbagai upaya untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Hariri juga mengolok Israel soal hasil pemilu Lebanon seraya menegaskan, "Kita tidak condong terhadap Israel seperti yang diklaim oleh Barat melainkan pendukung dan pembela Lebanon." Pada pemilu parlemen Lebanon periode ke-18, Kelompok 14 Maret memperoleh 69 kursi dari total 128 kursi. Adapun Kelompok 8 Maret yang berafiliasi dengan Hizbullah mendapat 57 kursi dan kelompok independen meraih dua kursi.

Rabu, 10 Juni 2009

Lawatan Solana dan Mitchell Usai Kemenangan 14 Maret

Ketua Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, George Mitchell melakukan kunjungan ke kawasan. Misi dua pejabat tinggi AS dan Uni Eropa itu disebut-sebut untuk menghidupkan kembali proses perundingan damai di Timur Tengah. Hasil pemilu legislatif di Lebanon yang dimenangkan kubu 14 Maret pro Barat menjadi penggerak utama AS untuk menggulirkan kembali perundingan. Solana dan Mitchell dalam lawatannya ini akan mengunjungi Palestina pendudukan, Suriah, Lebanon dan Mesir.

Dalam lawatannya ke Palestina pendudukan keduanya akan membujuk Rezim Zionis Israel untuk menerima pembentukan negara independen Palestina. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri rezim ini, Avigdor Lieberman merupakan sosok yang menentang keras pembentukan negara Palestina. Di sisi lain, kebuntuan yang dihadapi AS dan Eropa dalam proses perundingan damai Timur Tengah tidak akan sirna tanpa pembentukan negara Palestina merdeka. Namun, sayap kanan Zionis tetap berupaya mewujudkan Israel Raya, sebuah impian yang dipandang AS dan Eropa hanya sekedar fatamorgana.

Oleh kerena itu, kini antara Israel dan pendukungnya muncul friksi yang tajam. AS dengan dukungan Uni Eropa berusaha keras meyakinkan para pejabat Tel Aviv agar bersedia menerima usul pembentukan negara Palestina merdeka. Lawatan Solana dan Mitchell ke Lebanon, Suriah dan Mesir juga dimaksudkan untuk menarik dukungan bagi menekan Israel dalam hal ini serta melancarkan proses perdamaian di kawasan.

Lawatan Micthell ke Suriah adalah untuk pertama kalinya setelah ia menjabat utusan khusus AS untuk Timur Tengah. Micthell mendapat tugas dari Presiden AS, Barack Obama untuk menekan ketegangan antara Washington-Damaskus. Di lain pihak, kemenangan kubu 14 Maret pro Barat dalam pemilu legislatif Lebanon menjadi kesempatan bagi AS dan Uni Eropa untuk kian mengucilkan Hizbullah dan Hamas. Program ini telah dilaksanakan dengan baik oleh Mesir sebagai kaki tangan AS. Mesir pasca perang 22 hari di Jalur Gaza sibuk menfitnah Hizbullah dan tetap menutup perbatasannya dengan Gaza.

Meski koalisi kubu 8 Maret di pemilu legislatif Lebanon tidak berhasil meraih suara mayoritas, namun hal ini tidak menunjukkan kelemahan muqawama. Dalam pemilu tersebut berbagai parameter sangat menentukan kemenangan. Di antaranya adalah dana puluhan juta dolar yang disumbangkan Barat dan sekutunya kepada kubu 14 Maret. Peran vital Hizbullah dan Hamas dalam pentas politik kawasan tidak dapat dipungkiri. Oleh karena itu, upaya AS dan sekutunya untuk mengucilkan kelompok perjuangan Islam ini sulit untuk direalisasikan. Jika hal ini terjadi, maka popularitas kelompok pejuang akan makin besar di mata bangsa kawasan.

Senin, 08 Juni 2009

Anti-Semitisme oleh Carlos Latuff

anti_semitism_by_latuff2

APAKAH ISRAEL SATU-SATUNYA NEGARA DEMOKRASI DI TIMUR TENGAH?

Demokrasi ditegakkan di atas serangkaian prinsip, seperti penghormatan atas hak minoritas, kesetaraan di hadapan hukum, kebebasan sipil, dan penghargaan atas hak asasi manusia. Lalu, apakah benar bahwa Israel merupakan satu-satunya negara demokrasi di Timur Tengah, sebagaimana selama ini digembar-gemborkan media-media Barat? Dengan mempelajari fakta-fakta berikut, anda akan menjadi hakimnya. Tahukah anda bahwa:

  • Sekitar 1,5 juta warga Arab di Israel hidup dalam ghetto-ghetto yang terpisah-pisah, yang tak terjamah pembangunan dengan angka pengangguran yang tinggi, serta kekurangan layanan publik yang mendasar, seperti akses jalan, sanitasi, listrik, dan sekolah?
  • 95% dari wilayah Israel (yang dulunya sebagian besar adalah milik para pengungsi Palestina) hanya boleh didiami oleh orang Yahudi?
  • Minoritas warga Arab di Israel yang merupakan seperempat penduduk Israel dibatasi pada 3% dari wilayah Israel?
  • Kewarganegaraan Israel terbuka bagi imigran Yahudi dari seluruh negara di dunia, sementara pengungsi Palestina yang lahir di negeri itu, baik yang Muslim maupun Kristen, tidak bisa mendapatkan kewarganegaraan Israel?
  • Hukum-hukum yang mengatur warga Arab di Israel dibedakan dari hukum-hukum yang mengatur warga Yahudi?
  • Di wilayah pendudukan Tepi Barat, terdapat “jalan-jalan khusus Yahudi” dan “jalan-jalan khusus non-Yahudi”?
  • Israel mengeluarkan KTP dimana agama si pemegang KTP dicetak dalam tinta tebal?
  • Di wilayah pendudukan Tepi Barat, plat mobil milik penduduk Arab berbeda dengan yang dimiliki para pemukim ilegal Yahudi?
  • Lebih daripada itu, sebuah negara tidak bisa disebut demokrasi sementara pada saat yang sama dia juga adalah rezim pendudukan di suatu wilayah. Menurut kolumnis Haaretz, Gideon Levy, ketika menjadi rezim pendudukan di Palestina, maka Israel berhenti menjadi negara demokrasi.

Akhirnya, patut ditekankan bahwa “demokrasi Israel” adalah inkarnasi dari “demokrasi Apartheid Afrika Selatan”. Dulu, dikatakan bahwa Apartheid Afrika Selatan adalah satu-satunya demokrasi di Afrika. Namun demikian, ia hanyalah demokrasi bagi ras kulit putih semata, seperti juga Israel hanyalah demokrasi bagi Yahudi belaka. Berbicara tentang “demokrasi Israel” tidak lain hanyalah propaganda yang terdengar indah di media-media Barat.